Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PH 2 Profesi & Kewirausahaan Otomotif

PH 2: Technopreneurship, Tren Teknologi Otomotif & BMC

PH 2: Technopreneurship, Tren Otomotif & BMC

Silakan masukkan identitas, pilih kelas, dan masukkan token ujian.

Ulangan Harian 2 - DPK TO X

Sisa Waktu: 30:00

1. Sebuah bengkel kecil masih menggunakan pencatatan pelanggan secara manual. Akibatnya, riwayat servis sering hilang dan pelanggan harus menjelaskan kembali kondisi kendaraannya setiap kali datang. Jika pemilik bengkel ingin menerapkan prinsip technopreneurship, solusi yang paling tepat adalah ....

2. Sebuah kelompok siswa ingin membuat usaha jasa servis motor. Mereka melihat bahwa banyak pelanggan kesulitan mengetahui kapan kendaraan harus melakukan perawatan berikutnya. Ide yang paling mencerminkan technopreneurship adalah ....

3. Bengkel X telah memiliki banyak pelanggan, tetapi sering terjadi antrean panjang. Bengkel tersebut kemudian menyediakan sistem booking servis melalui WhatsApp Business agar pelanggan dapat menentukan waktu kedatangan. Manfaat utama penerapan teknologi tersebut adalah ....

4. Perhatikan kondisi berikut. Sebuah bengkel ingin melayani kendaraan dengan sistem injeksi. Teknisi memiliki kemampuan mekanik dasar, tetapi belum terbiasa menggunakan alat diagnostik elektronik. Prioritas pengembangan yang paling tepat agar bengkel mampu mengikuti perkembangan teknologi adalah ....

5. Perkembangan kendaraan listrik menyebabkan sebagian bengkel konvensional mulai menghadapi kebutuhan kompetensi baru. Tindakan yang paling menunjukkan sikap adaptif seorang technopreneur adalah ....

6. Sebuah usaha detailing kendaraan menggunakan media sosial untuk menampilkan hasil pekerjaan sebelum dan sesudah layanan. Mereka juga menyediakan pemesanan melalui WhatsApp dan pembayaran digital. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa teknologi digunakan untuk ....

7. Seorang siswa memiliki ide membuat layanan pemeriksaan kondisi motor berbasis aplikasi. Namun, setelah melakukan survei, ia mengetahui bahwa sebagian besar calon pelanggan di daerahnya lebih nyaman menggunakan WhatsApp daripada mengunduh aplikasi baru. Keputusan yang paling sesuai dengan prinsip customer-oriented technopreneurship adalah ....

8. Sebuah bengkel menggunakan sistem digital untuk mencatat stok oli dan suku cadang. Sistem memberikan peringatan ketika jumlah stok mendekati batas minimum. Dampak yang paling mungkin diperoleh dari penerapan teknologi tersebut adalah ....

9. Seorang siswa menyatakan bahwa setiap penggunaan teknologi dalam usaha otomatis disebut technopreneurship. Guru kemudian memberikan beberapa contoh. Contoh yang paling tepat menunjukkan technopreneurship adalah ....

10. Sebuah bengkel ingin memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Mereka memiliki dana promosi terbatas dan target konsumennya adalah pelajar serta pekerja muda pengguna sepeda motor. Strategi yang paling rasional adalah ....

11. Sebuah kelompok siswa merancang usaha servis ringan sepeda motor khusus pelajar. Mereka menentukan bahwa pelanggan utama adalah siswa yang menggunakan sepeda motor untuk pergi ke sekolah. Dalam BMC, informasi tersebut termasuk ....

12. Kelompok usaha A menawarkan layanan servis motor dengan keunggulan berupa pemeriksaan awal gratis, estimasi biaya sebelum pengerjaan, dan waktu pengerjaan yang transparan. Bagian BMC yang paling tepat untuk menjelaskan keunggulan tersebut adalah ....

13. Sebuah usaha bengkel menerima pelanggan melalui WhatsApp Business, Instagram, dan pemesanan langsung di lokasi. Dalam BMC, aktivitas tersebut terutama berkaitan dengan ....

14. Sebuah usaha cuci motor ingin menjaga hubungan dengan pelanggan. Mereka membuat kartu digital yang memberikan poin setiap kali pelanggan menggunakan jasa dan memberikan pengingat melalui WhatsApp. Elemen BMC yang paling sesuai dengan strategi tersebut adalah ....

15. Sebuah usaha servis motor memperoleh pendapatan dari jasa servis, penjualan suku cadang, dan layanan pemeriksaan kendaraan. Dalam BMC, ketiga sumber tersebut termasuk ....

16. Sebuah kelompok ingin membuka usaha detailing kendaraan. Mereka mencatat bahwa peralatan detailing, kompresor, tempat usaha, dan tenaga terampil merupakan sumber daya yang harus tersedia agar usaha dapat berjalan. Komponen BMC yang sesuai adalah ....

17. Sebuah usaha servis motor melakukan kegiatan berikut setiap hari: menerima kendaraan, mendiagnosis kerusakan, melakukan servis, melakukan pemeriksaan akhir, dan menyerahkan kendaraan kepada pelanggan. Dalam BMC, rangkaian kegiatan tersebut terutama termasuk ....

18. Sebuah usaha otomotif bekerja sama dengan distributor suku cadang untuk mendapatkan komponen dengan harga lebih kompetitif. Usaha tersebut juga bekerja sama dengan penyedia jasa pembayaran digital. Dalam BMC, pihak-pihak tersebut termasuk ....

19. Kelompok siswa membuat BMC usaha servis motor. Mereka menuliskan biaya sewa tempat, pembelian peralatan, listrik, pembelian bahan, biaya promosi, dan upah tenaga kerja. Data tersebut digunakan untuk mengisi elemen ....

20. Perhatikan rancangan BMC berikut. Customer Segments: Pelajar dan pekerja muda pengguna sepeda motor. Value Proposition: Servis ringan cepat, harga transparan, dan dapat melakukan booking. Channels: WhatsApp Business dan Instagram. Revenue Streams: Jasa servis dan penjualan suku cadang. Key Resources: Teknisi, peralatan servis, dan tempat usaha. Setelah dianalisis, kelompok menyadari bahwa mereka belum menentukan pihak yang menyediakan suku cadang secara rutin. Elemen BMC yang perlu dilengkapi adalah ....

Ujian Telah Selesai

Terima kasih, jawaban Anda telah berhasil direkam.

Nilai Anda: 0

Posting Komentar untuk "PH 2 Profesi & Kewirausahaan Otomotif"